Langsung ke konten utama

Klasifikasi Pompa

Pompa & Kompresor : suatu mesin yang dipergunakan untuk merubah energi mekanis penggerak pompa/kompresor menjadi energi aliran fluida. Untuk fluida mampat (compressible) digunakan pompa sedangkan untuk fluida tak mampat (incompressible) digunakan kompresor.

Klasifikasi Berdasarkan prinsip kerjanya menurut Krutzsch (1986) pompa diklasifikasikan menjadi :
1. Pompa Kerja Dinamis : Pompa kerja dinamis
memberikan energi kecepatan ke fluida yang kemudian diubah menjadi energi tekanan pada saat keluar dari casing pompa.
a. Pompa Sentrifugal : Aliran Aksial Aliran Radial Aliran Campur
b. Pompa kerja khusus : Pompa jet Pompa hydram Pompa elektromagnetik, dll

2. Pompa Kerja Positif : positive displacement pump
Pompa perpindahan positif memberikan gaya untuk memindahkan sejumlah fluida didalam casing pompa.
a. Pompa reciprocating : Pompa torak : Pompa plunger
b. Pompa rotary : Pompa vane : Pompa roda gigi : Pompa lobe : Pompa sekrup
c. Pompa diaphragma

Postingan populer dari blog ini

Pneumatic Hidrolik

Apa itu Pneumatic Hidrolik? Sistem pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis, sedangkan Sistem hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme, sehingga hidrolik digunakan untuk mengontrol, mengirimkan Apa itu penggerak pneumatic? Pneumatic adalah sebuah sistem penggerak yang memanfaatkan tekanan udara sebagai tenaga penggeraknya. ... Tekanan udara tersebut akan menggerakkan sebuah cylinder kerja, dimana cylinder kerja yang nantinya akan mengubah tenaga/tekanan udara tersebut menjadi tenaga mekanik (gerakan maju mundur pada cyilinder). Apa yang dimaksud pneumatic? Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automas...

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Baterai untuk PL

  Semua baterai panel surya dibuat berbeda. Tidak jarang baterai dengan spesifikasi mirip bisa memiliki performa dan masa pakai yang berbeda. Menemukan baterai yang tepat saat memilih baterai untuk PLTS Atap menjadi sangat penting agar baterai yang Anda pilih dapat menampung daya sesuai kebutuhan listrik di rumah Anda. Berikut beberapa pertimbangan terpenting untuk diperhatikan saat Anda memilih baterai untuk PLTS Atap. 1. Jenis baterai Salah satu hal paling penting yang perlu diperhatikan saat memilih baterai untuk PLTS Atap adalah jenisnya. Secara umum, ada dua jenis baterai untuk PLTS yang sering dipakai, yaitu: Baterai lead acid Baterai deep-cycle yang telah digunakan untuk menyimpan energi sejak tahun 1800-an ini dapat bertahan karena keandalannya. Keandalan baterai lead acid sangat bagus untuk sistem panel surya off-grid atau untuk penyimpanan cadangan darurat jika terjadi pemadaman listrik. Baterai lead acid merupakan pilihan penyimpanan energi terjangkau, menjadikannya ...

DASAR PEMBEBANAN

Dasar pembebanan pada elemen mesin berupa beban gaya aksial, geser murni, torsi dan bending. Setiap gaya menghasilkan tegangan pada elemen mesin, dan juga deformasi (perubahan bentuk). Di sini hanya ada 2 jenis tegangan yaitu:  Tegangan normal, disebabkan oleh Gaya Aksial Tegangan geser,  disebabkan oleh Torsi dan Geser Murni Sedangkan Banding menghasilkan Tegangan Normal dan Geser Gaya Aksial Benda kerja di bebani gaya P pada setiap ujungnya dengan ditarik pada sepanjang axis nya, menghasilkan Tegangan Normal. T= F/A atau T=P/A T=Tegangan (N/m^2 atau MPa); F=Gaya (N); A=Luas yang bekerja (meter) Contoh soal: Tentukan tegangan normal pada sebuah balok persegi dengan sisi a = 3cm ditarik dengan gaya P = 75 kN. Penyelesaian: T = F/A F = P ; A = s x s; F = 75kN = 75.000 N A = 3cm = 0,03 m T = 75.000N /0,03^2 m    = 75.000N /0,0009 m^2    = 83 * 10^6 MPa atau N/m^2